Posted on

Mobil Listrik High-Performance Butuh Gearbox

Mobil Listrik High-Performance Butuh Gearbox

Kontroversi pun muncul, perlukah aplikasi gearbox pada mobil listrik bergenre desain sports car seperti Tucuxi?

Carmall.com – Setelah insiden Dahlan Iskan dan Tucuxi di daerah Tawangmangu, Jawa Tengah, informasi yang beredar pencetusnya adalah rem blong. Mungkin kah mobil seharga Rp 3 milyar ini punya kinerja komponen pengereman yang payah…

Menurut keterangan Dahlan Iskan dalam keterangan pers-nya pada media, sebenarnya hal yang menjadi kelemahan dari Tucuxi adalah ketiadaan aplikasi gearbox. Menurut Menteri BUMN RI ini, aplikasi gearbox dapat menghasilkan efek engine brake pada saat di medan tanjakan terjal seperti di kawasan Tawangmangu, sehingga dapat meringankan kinerja rem agar tidak cepat panas.

Kontroversi pun muncul, perlukah aplikasi gearbox pada mobil listrik bergenre desain sports car seperti Tucuxi? Pada kenyataannya sekitar 90 persen mobil listrik generasi pertama yang dikembangkan tidak menggunakan sistem transmisi, karena motor elektrik langsung mengirim suplai tenaga ke roda atau garden, sehingga pengemudi hanya perlu menekan atau melepas pedal akselerator untuk berakselerasi atau deselerasi.

Namun tahukah Anda, jika para teknisi saat ini memang tengah memikirkan aplikasi gearbox pada mobil listrik. “Jika dibandingkan dibandingkan dengan drivetrain dengan kecepatan tunggal yang telah diaplikasikan pada kendaraan hybrid atau hybrid, maka sistem kecepatan kedua idealnya dibutuhkan untuk menghasilkan akselerasi awal dan kecepatan puncak kendaraan. Hal ini tentu harus disesuaikan dengan konfigurasi drivetrain itu sendiri, karena terkait dengan upaya untuk hemat energi dan jarak tempuh,” ungkap Ulli Christian Blessing dari Getrag, perusahaan spesialis transmisi di Jerman yang telah berdiri sejak 1935.

Pihak Getrag sendiri dikabarkan telah mengaplikasikan transmisi kopling ganda pada transaxle dua percepatan, 2eDCT, sehingga memungkinkan perpindahaan sistem transmisi sesuai kebutuhan.

Bahkan Oerlikon Graziano, perusahaan gearbox asal Italia, telah mengembangkan eDCT (electric Dual Clutchless Transmission) sejak tahun 2011, yakni transmisi empat percepatan dengan menggunakan dua motor elektrik. Sistem transmisi ini kabarnya didesain untuk supercars bertenaga baterei dengan performa ekstrim. Pihak teknisi yang mengembangkannya kabarnya telah mempresentasikan berbagai keunggulannya di hadapan CTI Advanced Transmission Congress.

“Motor elektrik idealnya 90 persen efisien, namun dapat turun 60 hingga 70 persen pada putaran kecepatan yang rendah. Aplikasi empat percepatan ini ini memungkinkan motor dapat tetap efisien pada setiap putaran mesin, sehingga memberikan proporsi berkendara yang lebih baik,” ungkap Simone Bologna dari Oerlikon Graziano.

Menurut Bologna berdasarkan simulasi, model empat percepatan eDCT terbukti 15 persen lebih efisien.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s